DUNIA maya digegerkan dengan perseteruan antara netizen Korea dan netizen Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan pertikaian seorang Korea yang menonton konser di Malaysia yang dianggap melanggar peraturan tetapi alih alih mengakui kesalahannya, penonton Korea itu malah mengancam akan melapor balik perihal penyebaran foto dirinya.
Bermula dari situ netizen Korea dan netizen Malaysia saling menyindir yang pada akhirnya netizen Korea mulai menyinggung tentang kondisi ekonomi Asia Tenggara yang berkembang. Netizen Asia Tenggara termasuk Indonesia merasa juga terseret atas komentar merendahkan tersebut hingga muncullah kata yang dianggap representatif persatuan yaitu SEAblings.
Namun mengapa netizen Asia Tenggara merasa memiliki saling keterkaitan, faktor apalagi selain faktor geografis yang pasti mendorongnya?
Dalam bukunya imagined communities, Benedict Anderson menyatakan dalam penelitiannya dan mengambil kesimpulan bahwa beberapa faktor dapat mewujudkan identitas kebangsaan dan rasa nasionalisme.
Menurutnya rasa kebangsaan hadir karena dorongan adanya efek kapitalisme cetak (print capitalism effect). Penemuan mesin cetak pada abad 15 di Jerman membuat percetakan buku dan pamflet semakin masif dan untuk pertama kalinya penerjemahan kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Jerman terjadi oleh Luther.
Buku dan pamflet yang berbahasa Jerman kala itu semakin tersebar khususnya yang memuat propaganda melawan gereja Katolik Roma—saat itu memang perseteruan antara gereja Katolik Roma dengan Luther Jerman sedang memanas.
Penerjemahan Injil berbahasa Jerman itu membuat bahasa agama dan elite tidak lagi dimonopoli oleh bahasa Latin. Hal ini membuat kebebasan akan penafsiran semakin terbuka dan kebebasan dalam bidang lain juga menyusul seiring masyarakat yang semakin terdidik dengan bacaan.
Pada abad abad selanjutnya, bisnis percetakan buku, koran atau media massa cetak lain mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga media massa satu dengan yang lainnya mulai berlomba lomba mencetak banyak edisi mereka dan menjualnya murah. Persaingan ini membuat semakin banyak pembaca dan wilayah yang bisa terjangkau.
Di kawasan Asia Tenggara yang notabene memakai bahasa melayu sebagai perdagangan antar wilayah membuat media massa cetak ini banyak mencetak edisinya dalam bahasa melayu.
Bahasa melayu yang semula berkembang di kawasan lintas perdagangan saja menyebar dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, sebagian Thailand selatan hingga Timor Leste sekarang.
Hal lain yang membuat persatuan Asia Tenggara muncul adalah adanya kolonialisme dan jejaring aktivisme. Negara negara di Asia Tenggara saat ini semua pernah mengalami penjajahan kecuali tailan, hal inilah yang membuat negara negara di kawasan ini merasa senasib dan sepenanggungan dalam hal sejarah masa lalu mereka.
Imperialisme yang dilakukan oleh barat terhadap negara negara di Asia Tenggara membuat perlawanan dan perjuangan kemerdekaan para tokoh dari wilayah tersebut.
Selain itu banyak sejarawan mencatat aktivitas politik dan jejaring internasional antara tokoh di Asia Tenggara yang membuat semacam aliansi. Mulai dari Ho Chi Minh (Vietnam) yang pernah bertemu dengan tokoh Indonesia Arnold Mononutu dan Tan malaka, Moh Hatta yang bertemu dengan Mariano de los Santos (Filipina), juga Tan malaka yang merupakan aktivis internasional terbukti melawat ke berbagai wilayah (negara negara Asia Tenggara saat ini) dalam misinya mempersatukan wilayah wilayah tersebut dalam panji komunisme. Tan malaka sendiri ingin membentuk sebuah negara yang mencakup malaya dan Filipina dalam konsep maphilindo.
Jejaring kelompok kiri pada awal abad 20 juga mendorong munculnya persatuan antara negara Asia Tenggara. Pembentukan partai komunis malaya (Singapura dan Malaysia), partai komunis indocina (Vietnam) dan partai komunis indonesia membuat jejaring antar kawasan semakin tergapai.
Kelompok kiri yang terkenal dengan persaudaraannya menyebarkan doktrin politik untuk bersatu dalam melawan penjajahan. Doktrin dan paham tentang persatuan inilah yang sedikitnya membuat rasa persatuan antara negara negara Asia Tenggara terwujud.
Bisa disimpulkan bahwa munculnya rasa persatuan antar negara di kawasan Asia Tenggara ini bukan muncul semata mata akibat adanya aliansi geopolitik dalam bentuk ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), tetapi juga karena adanya rasa keterkaitan dalam hal bahasa dan senasib dalam perjuangan melawan kolonialisme.
Tidak heran netizen kawasan Asia Tenggara dan Indonesia khususnya ikut membela netizen Malaysia dalam hal ini meski dalam hal pertikaian antara mereka sendiri kadang terjadi.
Sumber :
- Anderson, Benedict. (2008). Imagined Communities. Penerbit Insist Press dan Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
- Stutje, Klaas. (2024. Di Balik Bendera Persatuan. Penerbit Marjin Kiri. Tangerang Selatan.
- Putra, Bima Satria. (2021). Perang Yang Tidak Akan Kita Menangkan. Penerbit Pustaka Catut.

Posted by 
Emoticon